kpkmsultra.com-Bombana-Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi menyerahkan Penghargaan Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun kepada Anton Ferdinan, S.Pd, pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Bombana yang digelar di Rumbia, Kamis (18/12/2025).
Penganugerahan tanda kehormatan negara tersebut menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian peringatan HUT Bombana. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian, loyalitas, dan dedikasi Anton Ferdinan selama dua dekade dalam menjalankan tugas di lingkungan pemerintahan daerah.
Anton Ferdinan dikenal luas sebagai salah satu figur sentral di Kabupaten Bombana. Selain memiliki rekam jejak panjang di dunia birokrasi, ia juga merupakan Tokoh Adat Kerajaan Moronene Poleang yang konsisten menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat, budaya, serta kearifan lokal Moronene di tengah dinamika pembangunan daerah. Sosok yang akrab disapa Mokole Anton Ferdinan ini juga tercatat sebagai salah satu tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Bombana sejak awal pembentukan daerah otonom.
Dalam perjalanan kariernya, Anton Ferdinan telah mengemban berbagai amanah strategis. Saat ini, ia menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bombana, dengan peran penting dalam penguatan budaya literasi, pengelolaan arsip daerah, serta pelestarian memori kolektif pembangunan Bombana. Di luar tugas kedinasan, ia juga aktif membina generasi muda sebagai Pembina Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA Sultra).
Menanggapi penganugerahan tersebut, Anton Ferdinan menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan amanah moral untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada daerah dan masyarakat.
“Penghargaan ini saya maknai sebagai amanah untuk terus menjaga integritas dalam pengabdian. Saya berharap Kabupaten Bombana ke depan tumbuh sebagai daerah yang maju secara pembangunan, namun tetap kokoh pada nilai adat, budaya, dan jati diri lokal. Generasi muda harus menjadi garda terdepan—berilmu, berkarakter, dan berakar pada kearifan leluhur—agar Bombana tidak hanya berkembang, tetapi juga bermartabat,” ujar Anton Ferdinan.
Penghargaan Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun yang diterimanya tidak hanya menjadi simbol masa pengabdian, tetapi juga representasi kesetiaan terhadap amanah, integritas dalam pelayanan publik, serta komitmen berkelanjutan dalam membangun Kabupaten Bombana.
Momentum peringatan HUT ke-22 Kabupaten Bombana ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak semata diukur dari capaian fisik dan angka statistik, tetapi juga dari keteladanan figur-figur pengabdi yang secara konsisten dan tulus membangun fondasi kemajuan daerah dari waktu ke waktu.(Red)

Tinggalkan Balasan