Kpkmsultra.com-KENDARI – Menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan Konsorsium Putra Daerah Sulawesi Tenggara (KOPDA Sultra) terkait dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di SPBU Wulele, pihak manajemen SPBU menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berterima kasih atas perhatian publik terhadap pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.

Pihak SPBU Wulele menegaskan bahwa selama ini seluruh proses penyaluran BBM subsidi, khususnya jenis solar, telah dilaksanakan sesuai prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku serta mengacu pada ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah dan Pertamina.

“Kami sangat menghargai masukan dari masyarakat maupun adik-adik mahasiswa. Informasi yang disampaikan melalui aksi maupun media menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengawasan di lapangan,” ujar perwakilan manajemen SPBU Wulele.

Menurut pihak SPBU, untuk mengantisipasi antrean dan memastikan distribusi BBM subsidi berjalan tertib, pihaknya telah menerapkan sistem pendaftaran kendaraan dan pemberian nomor antrean sebelum pengisian dilakukan.

Setiap kendaraan yang akan melakukan pengisian solar diwajibkan terlebih dahulu terdaftar dalam antrean yang telah disiapkan petugas. Sistem tersebut diterapkan guna meminimalisasi potensi penyalahgunaan serta menjaga ketertiban pelayanan kepada masyarakat.

Terkait adanya dugaan kendaraan yang melakukan pengisian BBM secara berulang, pihak SPBU menyatakan siap menerima laporan disertai data dan identitas kendaraan yang diduga melakukan pelanggaran.

“Jika terdapat kendaraan yang terbukti melakukan pengisian berulang dengan tujuan yang tidak sesuai ketentuan, kami siap menindaklanjuti dan melakukan pemblokiran atau blacklist terhadap kendaraan tersebut agar tidak lagi mendapatkan pelayanan BBM subsidi di SPBU kami,” tegasnya.

Pihak SPBU juga menjelaskan bahwa setiap harinya petugas melayani ratusan kendaraan yang datang melakukan pengisian BBM. Dalam kondisi tersebut, tidak mudah bagi petugas untuk mengenali satu per satu kendaraan yang masuk tanpa adanya laporan maupun data pendukung dari masyarakat.

“Kami juga manusia biasa. Dalam sehari ratusan kendaraan datang mengisi BBM. Oleh karena itu, apabila masyarakat menemukan dugaan pelanggaran, kami sangat berharap informasi tersebut dapat disampaikan langsung kepada pihak SPBU agar dapat segera kami tindak lanjuti.”

Manajemen SPBU Wulele menegaskan bahwa apabila terdapat praktik penimbunan atau penyalahgunaan BBM yang dilakukan oleh oknum tertentu di luar area SPBU, maka hal tersebut berada di luar kewenangan dan pengawasan langsung pihak SPBU. Namun demikian, pihaknya siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait apabila diperlukan dalam proses penyelidikan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, SPBU Wulele menyatakan terbuka terhadap pengawasan masyarakat, pemerintah daerah, Pertamina maupun aparat penegak hukum demi memastikan distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran.

“Kami tidak anti kritik. Justru kami berterima kasih karena adanya masukan dari masyarakat membuat kami mengetahui berbagai persoalan yang mungkin terjadi di lapangan. Ke depan kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mengawasi penyaluran BBM subsidi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang berhak.”

Dengan demikian, pihak SPBU Wulele berharap polemik yang berkembang dapat disikapi secara objektif berdasarkan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.(Redaksi)