Kpkmsultra.com-KENDARI – Pengurus Besar Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (PB AMBA SULTRA) secara resmi memperkuat struktur organisasinya dengan menggaet tokoh kebudayaan kenamaan Sulawesi Tenggara. Melalui Surat Keputusan (SK) Dewan Pembina yang ditandatangani langsung oleh Ketua Dewan Pembina, Ir. H. La Ode Fasikin, S.Pi., M.Si., menetapkan Asrif Banasuru sebagai Dewan Pembinaan Bidang Pelestarian Budaya.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen AMBA SULTRA dalam menjaga marwah kebudayaan lokal di tengah arus modernisasi.

Profil dan Rekam Jejak Asrif Banasuru.

Asrif Banasuru, yang dikenal dengan gelar bangsawan Anakia Pu’uwonua, bukanlah sosok baru dalam dunia adat dan tradisi di Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan AMBA SULTRA, budayawan asal Wuta Konawe ini telah malang melintang di berbagai organisasi adat bergengsi, di antaranya:

1. Ketua Umum & Pendiri: Organisasi Masyarakat Adat Tamalaki Wonua Konawe.

2. Dewan Pendiri: Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga.

3. Salah Satu Dewan Pengurus Pusat: Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sulawesi Tenggara.

4. Utusan Daerah: Pengurus Majelis Adat Indonesia di Jakarta, mewakili Mandala Adat Konawe Sulawesi Tenggara.

Atas dedikasinya, ia dianugerahi gelar adat “TADU LIPU WONUA” oleh Lembaga Adat Tolaki. Gelar ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai Panglima Wilayah Konawe di bawah naungan Dewan Pengurus Pusat Lembaga Adat Tolaki (DPP LAT SULTRA).

Harapan Baru bagi Pemuda Bumi Anoa.

Ketua Umum AMBA SULTRA, Stenly Diover, menyambut hangat keputusan Dewan Pembina tersebut. Menurutnya, kehadiran Asrif Banasuru akan memberikan “energi baru” bagi organisasi, khususnya dalam misi promosi budaya asli Sulawesi Tenggara secara masif.

“Kami berharap AMBA SULTRA mendapatkan kekuatan baru, baik dari sisi akurasi informasi maupun literasi sejarah. Dengan pembinaan khusus dari para pegiat adat seperti beliau, pemuda dapat lebih mendalami nilai-nilai Suku Tolaki yang merupakan salah satu pilar utama dalam 4 Pilar Budaya Bumi Anoa,” ujar Stenly.

Misi Pelestarian Budaya.

Bergabungnya tokoh sekaliber Asrif Banasuru diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara generasi muda dengan para pemangku adat. Fokus utama ke depan adalah memastikan program-program kepemudaan AMBA SULTRA tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal sekaligus menjadi garda terdepan dalam mempromosikan kekayaan budaya Sultra di kancah nasional maupun internasional.(Red/sty)