kpkmsultra.com-PALU – Nama Ketua Umum Wartawan Fast Respon (FRN), Agus Flores, kembali menjadi sorotan publik, khususnya di Sulawesi Tengah. Sosok yang dikenal luas di dunia pers nasional karena kebijakannya membela wartawan ini kini dihadapkan pada tantangan berat terkait munculnya persepsi dualisme kepercayaan antara keberpihakan kepada jurnalis dan institusi kepolisian.
Agus Flores yang merupakan putra Sulawesi Tengah serta mantan wartawan Harian Nuansa Pos Palu, selama ini dikenal vokal dalam memperjuangkan hak-hak wartawan di berbagai daerah di Indonesia. Kiprahnya tersebut membuat namanya dikenal luas di kalangan insan pers nasional.
Namun belakangan, sejumlah rekan dan sahabatnya di Sulawesi Tengah mulai mempertanyakan sikap dan posisi Agus Flores di tengah dinamika hubungan pers dan aparat penegak hukum. Muncul pertanyaan publik, apakah Ketua Umum FRN itu lebih condong membela institusi kepolisian atau tetap konsisten berada di barisan jurnalis.
Kegelisahan tersebut mendorong banyak pihak di Sulawesi Tengah berharap Agus Flores dapat memberikan pernyataan terbuka guna meluruskan berbagai persepsi yang berkembang. Pernyataan itu dinilai penting untuk menjaga kepercayaan wartawan, khususnya di daerah, serta menegaskan komitmen FRN sebagai organisasi yang berpihak pada kebebasan pers.
Sebagai tokoh pers nasional yang lahir dari dunia jurnalistik daerah, sikap dan langkah Agus Flores dinilai memiliki dampak besar, tidak hanya bagi organisasi yang dipimpinnya, tetapi juga bagi iklim kebebasan pers secara luas.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan