Kpkmsultra.com-Jakarta — Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN), R. Mas MH Agus Rugiarto, SH, yang dikenal publik dengan sapaan Agus Flores, tercatat memiliki silsilah sejarah panjang yang berakar pada wangsa-wangsa besar Nusantara, mulai dari Wangsa Sanjaya, Sriwijaya, Kahuripan, Singosari, hingga Majapahit.
Penelusuran silsilah ini menempatkan Agus Flores sebagai bagian dari mata rantai sejarah peradaban Nusantara yang berkelanjutan dari era kerajaan kuno hingga generasi modern.
Akar Wangsa Sanjaya dan Sriwijaya
Silsilah bermula dari Wangsa Sanjaya pada masa Mataram Kuno, yang menurunkan dua tokoh penting: Bala Putra Dewa dan Darmawangsa. Akibat perselisihan di antara keduanya, Bala Putra Dewa kemudian menjadi Raja Sriwijaya, sementara Darmawangsa melanjutkan garis keturunan di Pulau Jawa.
Putri Darmawangsa menikah dengan Raja Airlangga. Pasca runtuhnya Mataram Kuno, keluarga Airlangga dan Darmawangsa hijrah ke Jawa Timur dan mendirikan Kerajaan Kahuripan.
Kahuripan, Singosari, dan Majapahit
Kerajaan Kahuripan kemudian berkelindan dengan Kerajaan Singosari. Garis keturunan Airlangga berlanjut hingga masa Maharajadiraja Kertanegara Wikramadharmottunggadewa, raja terakhir Singosari.
Putri Kertanegara, Dyah Gayatri Rajapatni, dipersunting oleh Raden Wijaya, bangsawan keturunan Tarumanegara dari Jawa Barat. Dari pernikahan tersebut berdirilah Kerajaan Majapahit pada tahun 1293 Masehi.
Prabu Brawijaya V dan Penyebaran Keturunan
Garis Majapahit mencapai puncaknya pada masa Prabu Brawijaya V (Bhre Kertabhumi), yang dikenal memiliki 117 keturunan. Anak-anak Brawijaya V kemudian menyebar ke berbagai wilayah Nusantara sebagai adipati, raja, pemimpin daerah, serta tokoh agama, dan menjadi cikal bakal sejumlah kerajaan serta kekuasaan lokal di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi.
Garis Sumenep – Besuki – Mojokerto
Salah satu jalur keturunan Brawijaya V berlanjut melalui Srimangku Hadininggrat yang menikah dengan Putri Adipati Sumenep. Dari pernikahan tersebut lahir tokoh-tokoh penting, di antaranya:
. Raden Sumoharjo Hadininggrat (Mbah Sumo), tokoh Besuki–Situbondo dan cucu Cakradiningrat
. Raden Astrodiarjo Hadininggrat, yang menetap di Mojokerto
Raden Astrodiarjo menikah dengan Ratu Morland dari Majapahit dan memiliki delapan anak. Salah satunya, Roro Herlina, menikah dengan Raden Sunyoto Hadinoto, cucu Adipati Madiun.
Dari garis tersebut lahir Raden Kusnandar Sunyoto Hadinoto, kelahiran Mojokerto, yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga Ninggrat Mbah Sumo. Ia menikah dengan putri pertama Polisi Andrias Ade asal Flores.
Dari pernikahan ini lahir lima anak, yakni:
1. R.R. Artadiana Dewi
2. R. Markurius Ardianto
3. R. Mas MH Agus Rugiarto, SH (Agus Flores)
4. R. Bambang Kusmartono (Polisi)
5. R. Yudha Krisna Dwi Payana
Silsilah ini menunjukkan bahwa Ketua Umum PW-FRN, Agus Flores, merupakan bagian dari warisan sejarah panjang Nusantara, yang tidak lagi terwujud dalam bentuk kekuasaan kerajaan, melainkan hadir dalam peran sosial, hukum, dan kebebasan pers di era modern.
PW-FRN memandang sejarah sebagai fondasi nilai, etika, dan tanggung jawab moral dalam menjalankan peran jurnalistik dan advokasi hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan