Sultra, 1 November 2025-Pengurus Besar Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (PB Amba Sultra) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian bahasa dan budaya lokal di Bumi Anoa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan bertajuk “Apresiasi Budaya Tolaki” yang diselenggarakan oleh RRI Sultra.

Acara yang digelar oleh RRI Sultra ini menjadi wadah penting dalam menghidupkan kembali semangat masyarakat terhadap bahasa dan budaya lokal yang kini mulai tergerus oleh perkembangan zaman. Dalam kegiatan tersebut, PB Amba Sultra mengutus dua perwakilan sebagai pembicara, yakni Muh. Unang Saputra dan Marjan, yang keduanya dikenal aktif dalam gerakan pelestarian budaya daerah.

Dalam kesempatan tersebut, kedua pembicara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak RRI Sultra atas inisiatif dan dedikasinya dalam menggelar acara yang bernilai strategis bagi upaya pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa Tolaki.

“Kami sangat berterima kasih kepada RRI Sultra yang telah menyelenggarakan kegiatan luar biasa ini. Upaya seperti ini sangat penting untuk regenerasi pengetahuan budaya serta membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga bahasa daerah yang kini mulai terancam punah,” ujar Muh. Unang Al Ghazali dalam sesi diskusi.

Sementara itu, Marjan menambahkan bahwa pelestarian bahasa daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga budaya semata, melainkan juga memerlukan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

PB Amba Sultra sendiri selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan di Sulawesi Tenggara. Melalui Divisi Budaya, organisasi ini konsisten mendorong upaya pelestarian bahasa dan tradisi lokal dari empat etnis besar di Sultra-Buton, Muna, Moronene, dan Tolaki.

Partisipasi dalam kegiatan “Apresiasi Budaya Tolaki” ini menjadi bukti nyata komitmen Amba Sultra untuk terus hadir dan berperan dalam menjaga warisan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.(Red)