Kpkmsultra.com-Jakarta — Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW.FRN) sekaligus Counter Polri, Agus Flores, menggebrak dengan pernyataan keras mendukung langkah Satgas Penertiban Kerusakan Hutan (PKH) yang berhasil menemukan 7 alat berat yang disembunyikan para pemain tambang ilegal di Bangka Belitung.

Agus menyebut temuan itu sebagai “bukti nyata bahwa jaringan perusak negara masih bermain brutal dan terorganisir.”

“Sudah cukup! Negara jangan kalah dari cukong tambang ilegal. Satgas PKH harus sikat habis. Tidak ada negosiasi, tidak ada kompromi,” tegas Agus Flores.

Ia menegaskan, Bangka Belitung bukan sekadar lokasi, tetapi simbol bagaimana negara ditantang secara terang-terangan oleh para pelaku yang sudah bertahun-tahun merusak lingkungan dan menguras sumber daya tanpa izin.

Satgas PKH sebelumnya menegaskan bahwa operasi tidak berhenti pada penemuan alat berat. Target berikutnya adalah membersihkan seluruh aktivitas tambang ilegal, tidak hanya di Bangka Belitung, tetapi seluruh Indonesia.

Pukulan lebih keras datang dari Menteri Pertahanan, yang menegaskan bahwa tidak ada satu pun oknum yang akan dibiarkan bermain di belakang layar. Siapa pun yang terlibat, akan dihadapkan pada pemeriksaan kode etik tanpa pandang bulu.

“Kalau ada oknum terlibat, kita periksa! Jangan ada yang merasa kebal hukum,” tegas Menhan.

Pernyataan keras dari PW.FRN dan Menhan ini sekaligus mempertegas bahwa negara tidak akan lagi membiarkan praktik tambang ilegal menjadi “raja kecil” di daerah.

Operasi Satgas PKH kini menjadi sorotan nasional:
Apakah jaringan tambang ilegal benar-benar siap berhadapan dengan negara yang mulai bangkit dan bertindak tegas.(Red)