Kpkmsultra.com-Poso, Sulawesi Tengah-Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN), Agus Flores, melakukan investigasi langsung ke Sulawesi Tengah terkait maraknya aktivitas tambang ilegal yang kian tak terkendali.

Hasil investigasi mengejutkan: tiga lokasi besar tambang ilegal di Poso, Parigi Moutong (Parimo), dan Donggala masih beroperasi bebas tanpa penindakan serius dari aparat.

Agus mempertanyakan kinerja oknum aparat penegak hukum (APH) yang dinilai lamban, bahkan terkesan menutup mata terhadap aktivitas tambang ilegal yang merugikan negara dan merusak lingkungan.

“Saya turun langsung ke Poso, Parimo, dan Donggala. Faktanya, tambang-tambang ilegal masih jalan terus. Lalu apa kerja oknum APH di sini? Kenapa laporan masyarakat tidak ditindaklanjuti? Jangan sampai ada indikasi permainan!” tegas Agus Flores.

PW FRN juga menerima banyak keluhan dari warga yang merasa resah dengan dampak tambang ilegal, mulai dari kerusakan lingkungan, konflik sosial, hingga ancaman keselamatan. Namun, berbagai laporan masyarakat justru sering diabaikan.

Agus menegaskan bahwa PW FRN akan mengawal kasus ini sampai ke tingkat nasional dan mendorong Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar menindak tegas oknum-oknum aparat yang diduga “main mata” dengan pemilik tambang ilegal.

“Kepolisian harus bergerak cepat, jangan pandang bulu! Hukum harus berpihak pada rakyat. Jika ada oknum yang bermain, kita akan bongkar sampai ke akar-akarnya,” pungkasnya.

PW FRN menyerukan kepada Polda Sulawesi Tengah dan Mabes Polri untuk.

Segera menutup seluruh aktivitas tambang ilegal di Sulawesi Tengah.

Mengusut dugaan keterlibatan oknum aparat dalam melindungi tambang ilegal.

Mengembalikan kepercayaan publik melalui penegakan hukum yang tegas, transparan, dan adil.

Dengan investigasi ini, PW FRN berharap suara masyarakat Sulteng didengar dan penegakan hukum tidak lagi tebang pilih.