Kpkmsultra.com-MAKASSAR – Upaya pelestarian dan pengenalan kebudayaan Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mengepakkan sayapnya di luar daerah. Secara resmi, Forum Komunikasi Pemuda dan Mahasiswa – Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara Wilayah Makassar (FKPM AMBA SULTRA MAKASSAR) kini telah terbentuk sebagai wadah pemersatu generasi muda Sultra yang tengah menempuh pendidikan maupun bekerja di Kota Daeng.

Organisasi ini merupakan komunitas resmi yang bernaung di bawah payung hukum Yayasan Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA) yang berpusat di Kota Kendari.

Rangkul Ratusan Pemuda dan Usung Misi “4 Pilar Budaya”
Sejak awal diinisiasi, FKPM AMBA SULTRA Makassar bergerak cepat dan berhasil merangkul lebih dari 100 pemuda dan mahasiswa asal Bumi Anoa yang berdomisili di Makassar dan wilayah Sulawesi Selatan lainnya.

Melibatkan seluruh elemen angkatan muda Sultra di perantauan untuk terlibat aktif mempromosikan eksistensi dan identitas 4 Pilar Budaya Bumi Anoa, yaitu kebudayaan Tolaki, Buton, Muna, dan Moronene.

Koordinator pergerakan promosi budaya ini dimotori oleh Alyah Rahmah Zendhabad, seorang mahasiswi berbakat asal Kabaena, Kabupaten Bombana, yang didapuk sebagai Koordinator FKPM AMBA SULTRA Wilayah Makassar.

Dalam menjalankan roda organisasi, Alyah dibantu oleh jajaran pengurus inti, di antaranya Andira Sry Bintang, Salwa Shafira Aprilia, serta sejumlah pemuda-pemudi progresif lainnya dalam struktur kepengurusan.

Kepada awak media, Alyah Rahmah menegaskan bahwa dengan membawa identitas luhur 4 pilar budaya Sulawesi Tenggara, mereka tidak akan bergerak secara eksklusif. Sebaliknya, program kerja terdekat forum ini adalah membangun jembatan komunikasi dan sinergi yang kuat dengan berbagai komunitas budaya lokal di Kota Makassar.

“Kami ingin bersama-sama berkolaborasi memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. FKPM AMBA SULTRA Makassar menyatakan siap bekerja sama dan terlibat aktif dalam setiap pagelaran seni dan budaya di seluruh wilayah Sulawesi Selatan,” ujar Alyah optimis.

Pembentukan struktur di Makassar ini tidak lepas dari pemikiran strategis jajaran pusat. Dalam beberapa kali kunjungan kerjanya ke Kota Makassar, Ketua Umum AMBA SULTRA, Stenly Diover, telah melakukan konsolidasi intensif serta koordinasi kerja sama dengan berbagai organisasi pemuda dan lembaga kebudayaan di Sulawesi Selatan.
Stenly menilai, Makassar memiliki posisi yang sangat vital secara geografis maupun kultural di kawasan regional.

“Makassar adalah wilayah yang sangat strategis di Indonesia Timur. Ini adalah ruang dan panggung yang tepat bagi AMBA SULTRA untuk menampilkan sekaligus mengedukasi masyarakat luas mengenai keindahan serta nilai-nilai luhur dari 4 pilar budaya Bumi Anoa,” tegas Stenly Diover.

Dengan terbentuknya FKPM AMBA SULTRA Makassar, diharapkan generasi muda Sultra di Sulawesi Selatan tidak hanya menjadi perantau yang sukses secara akademik atau profesi, tetapi juga tetap memegang teguh akar budaya dan menjadi duta kebudayaan daerah di kancah nasional.(Redaksi)