Kpkmsultra.com-Jakarta-2 Desember 2025-Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), organisasi nirlaba yang berdiri sejak 11 Mei 1973, terus memainkan peran penting dalam memperjuangkan hak-hak konsumen di Indonesia. Dengan visi mewujudkan tatanan masyarakat konsumen yang adil dan berani memperjuangkan haknya, YLKI hadir melalui pendidikan, advokasi, pengawasan, dan keterlibatan publik dalam kebijakan.
Di balik kiprah panjang organisasi ini, sejumlah kader di berbagai daerah menunjukkan dedikasi luar biasa. Di kawasan Indonesia Timur, khususnya Pulau Sulawesi, terdapat empat tokoh YLKI yang tercatat sebagai pemimpin terlama, dengan masa pengabdian puluhan tahun.
1. Ambo Masse – Sulawesi Selatan (41 Tahun)
Andi Baso tercatat sebagai kader YLKI dengan masa pengabdian terlama di Sulawesi. Selama 41 tahun memimpin YLKI Sulawesi Selatan, ia konsisten mengadvokasi hak-hak konsumen, terutama terkait pangan, jasa, hingga layanan publik. Kepemimpinannya menjadi pilar penting penguatan peran YLKI di daerah.
2. Salman Hadiyanto – Sulawesi Tengah (32 Tahun)
Di Sulteng, Salman Hadiyanto menjadi figur sentral pergerakan perlindungan konsumen. Dengan masa kepemimpinan 32 tahun, Salman dikenal aktif membangun kesadaran konsumen dan memperjuangkan standar layanan publik yang lebih baik di wilayahnya.
3. Aldi Lumengkewas – Sulawesi Utara (34 Tahun)
Aldi Lumengkewas menjadi salah satu tokoh yang turut memperluas jaringan advokasi YLKI di Sulawesi Utara. Selama 34 tahun kepemimpinannya, ia fokus pada isu-isu konsumen yang berkaitan dengan perumahan, kesehatan, hingga keamanan produk.
4. Mas Agus Flores – Gorontalo (25 Tahun)
Mas Agus Flores memimpin YLKI Gorontalo selama 25 tahun dan menjadi figur penting bagi penguatan perlindungan konsumen di wilayah tersebut. Dedikasinya membawa YLKI Gorontalo menjadi salah satu lembaga advokasi yang aktif merespons persoalan publik, termasuk layanan kesehatan, transportasi, dan perlindungan konsumen digital.
Ketua YLKI Pusat menyampaikan apresiasi atas pengabdian panjang para kader tersebut. “YLKI berdiri untuk membela hak-hak konsumen, dan keberhasilan organisasi ini tidak lepas dari tokoh-tokoh daerah yang bekerja dengan integritas, konsisten, dan penuh pengabdian. Mereka adalah energi besar gerakan perlindungan konsumen di Indonesia,” ujarnya.
Dengan pengalaman panjang sejak didirikan pada 1973 atas prakarsa pemerintah di masa Presiden Soeharto, YLKI terus berkomitmen memperluas jangkauan advokasi dan membangun masyarakat yang kritis serta berdaya dalam memperjuangkan hak-haknya sebagai konsumen.(Red)

Tinggalkan Balasan