Kpkmsultra.com-Jakarta — Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW.FRN) sekaligus Counter Polri, Agus Flores, mengeluarkan pernyataan keras terkait isu yang berkembang mengenai adanya kekuatan tertentu di Sulawesi Tengah yang disebut-sebut seperti “negara dalam negara”.

Isu itu mencuat setelah seorang narasumber mempertanyakan asal-usul Agus Flores—yang berdarah Jawa–Flores namun berasal dari Sulawesi Tengah—dan menyebut bahwa Sulteng kini memiliki kelompok yang bergerak seperti otoritas tandingan.

Agus Flores langsung menepis narasi itu dengan tegas.

“Negara ini punya konstitusi. Kalau ada pihak yang bergerak seperti negara sendiri, itu harus disapu bersih. Dan yang bisa bersihkan itu cuma dua: BRIMOB dan MILITER.”

Menurutnya, tidak boleh ada satupun entitas—baik perusahaan besar, kelompok modal, maupun jaringan tertentu—yang merasa lebih tinggi dari aturan negara.

Narasumber kemudian menyarankan agar Agus mengecek langsung kondisi IMIP Morowali, kawasan industri raksasa yang sering kali disebut memiliki pengaruh luar biasa hingga menyentuh ranah keamanan dan kewenangan.

Namun Agus menegaskan bahwa dirinya bukan pejabat negara yang bisa mengintervensi wilayah strategis tertentu.

“Itu wilayahnya Pak Luhut. Saya ini manusia biasa, bukan penguasa. Kalau ada yang kebal hukum, itu bukan urusan saya—itu tugas aparat negara.”

Agus Flores juga menambahkan bahwa setiap dugaan penyimpangan kewenangan di daerah strategis wajib ditangani oleh institusi resmi negara, bukan oleh opini atau tekanan pihak tertentu.

Pernyataan keras ini mempertegas sikap Agus Flores bahwa kekuasaan negara tidak boleh tumbuh di wilayah manapun, termasuk di kawasan industri besar seperti Morowali.(Red)