kpkmsultra.com-Jakarta-Isu reformasi Polri kembali menjadi sorotan publik. Agus Flores dari Counter Polri menegaskan pentingnya langkah tegas dalam membersihkan institusi kepolisian dari oknum bermasalah yang selama ini menjadi biang kerok rusaknya citra Polri.
Menurut Agus, kehadiran oknum yang kerap menyalahgunakan jabatan dan memperjualbelikan posisi di internal Polri telah merugikan banyak anggota yang jujur dan berprestasi.
“Biang keladi bikin pusing Polri, harus disikat. Mereka dapat duit banyak, sementara anggota lain yang jujur justru jadi korban. Polisi yang jujur sampai harus kredit di BRI, di rumah hanya makan nasi dan garam,” tegas Agus Flores, Minggu (28/9).
Ia juga menyoroti praktik tidak sehat berupa dugaan pungutan dalam tes maupun promosi jabatan di tubuh Polri.
“Ikut tes harus bayar, dapat jabatan pun harus dibayar. Ini harus dibersihkan oleh Ketua Reformasi. Orang-orang berprestasi malah dianak tarikan,” lanjutnya.
Agus Flores mendukung langkah Komjen Pol. Chryshnanda untuk melaksanakan reformasi internal Polri secara konsisten. Menurutnya, tidak boleh ada toleransi terhadap anggota yang merusak nama baik institusi.
“Saya setuju jika Komjen Pol. Chryshnanda bersihkan anggota bermasalah, karena mereka biang keladi merusak institusi Polri. Bila perlu pecat, jangan kasih jabatan,” tegasnya.
Dorongan ini sejalan dengan tuntutan masyarakat agar Polri mampu menegakkan integritas, transparansi, dan keadilan, sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum terbesar di Indonesia.
(Redaksi)

Tinggalkan Balasan