kpkmsultra.com-Muna, 2025. Puncak Wakila kini menjelma sebagai salah satu destinasi wisata alam paling memikat di Kabupaten Muna. Terletak di Desa Kondongia, Kecamatan Lohia, kawasan ini menyajikan panorama spektakuler yang memadukan gugusan bukit karst, hamparan hijau pepohonan, birunya lautan, hingga pemandangan Kota Raha dari ketinggian. Keindahan tersebut menjadikan Puncak Wakila bukan hanya tempat rekreasi semata, tetapi juga magnet wisatawan, terutama saat libur Lebaran 2025 di mana lonjakan pengunjung meningkat drastis hingga menjadikannya primadona baru pariwisata Muna.
Sebagai bentuk dukungan terhadap potensi besar ini, Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA Sultra) melakukan kunjungan wisata sekaligus silaturahmi bersama Pemerintah Desa Kondongia. Kehadiran AMBA Sultra tidak sekadar seremonial, tetapi merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam mendorong pengembangan pariwisata, penguatan ekonomi kreatif, serta pemberdayaan komunitas lokal.
Ketua Umum PB AMBA Sultra, Stenly Diover, bersama Dewan Pembina AMBA Sultra, Lukman Ichsan, SH, MH, menyampaikan apresiasi mendalam atas terobosan Kepala Desa Kondongia yang dinilai berhasil membuka ruang inovatif dalam pengembangan wisata berbasis potensi alam dan budaya.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Kepala Desa Kondongia yang telah membuka ruang inovasi pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat. Ini bukan hanya pengembangan lokasi wisata, tetapi investasi masa depan bagi desa dan generasi penerus,” ujar Stenly Diover.
Menurut AMBA Sultra, Kecamatan Lohia merupakan kawasan strategis yang kaya akan peluang pariwisata dengan identitas dan keunikan masing-masing. Mulai dari Liangkabori dengan situs lukisan purbanya yang bersejarah, Masalili dengan kekayaan tenun tradisionalnya, Maleura dengan pesona pantai yang memikat, hingga Napabale yang tersohor dengan laguna ikoniknya. Seluruh lokasi tersebut menunjukkan bahwa Lohia bukan hanya wilayah administratif, tetapi juga simpul penting wisata budaya, sejarah, dan alam yang mampu saling memperkuat.
Puncak Wakila sendiri berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Perbaikan infrastruktur akses, ketersediaan fasilitas umum seperti musala, area parkir, gazebo, hingga aneka spot foto instagramable membuat pengunjung merasa semakin nyaman. Pertumbuhan ini turut memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga desa, khususnya para pelaku UMKM seperti pedagang kuliner dan penyedia jasa wisata. Pada masa libur panjang, sejumlah pelaku usaha bahkan mencatat peningkatan pendapatan hingga lima kali lipat dibanding hari biasa.
Lebih dari sekadar destinasi wisata, Puncak Wakila kini dipandang sebagai simbol kebangkitan ekonomi berbasis desa. Keberhasilannya menunjukkan bahwa potensi lokal dapat menjadi sumber ekonomi baru apabila dikelola dengan visi, keberlanjutan, dan keterlibatan masyarakat secara langsung.
AMBA Sultra menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan Puncak Wakila serta destinasi wisata lainnya di Sulawesi Tenggara. Potensi besar pariwisata daerah, jika dipadukan dengan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat, diyakini akan menjadi kekuatan baru untuk kemajuan Muna dan Sulawesi Tenggara secara keseluruhan.(Red)

Tinggalkan Balasan