kpkmsultra.com-Jakarta-Isu adanya oknum penyidik Polri yang diduga kerap mencari-cari kesalahan pengusaha demi tujuan pemerasan kembali menjadi sorotan publik.
Peringatan keras Presiden Prabowo Subianto agar penyidik tidak melakukan praktik tersebut kini mendapat respons tegas dari Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (FR-FRN) yang juga pengacara senior di DKI Jakarta, R. Mas MH Agus Rugiarto SH, atau yang akrab disapa Agus Flores.
Presiden Prabowo sebelumnya telah mengingatkan para penyidik Polri agar tidak menggunakan kewenangan hukum sebagai alat menekan masyarakat maupun pengusaha. Peringatan itu disebut sebagai langkah untuk menjaga marwah institusi Polri serta mendorong terciptanya penegakan hukum yang bersih.
Menanggapi hal tersebut, Agus Flores menyatakan siap bertindak bila menerima laporan adanya oknum penyidik yang masih melakukan praktik pemerasan atau mencari-cari kesalahan.
“Kalau ada oknum seperti yang disampaikan Presiden Prabowo, langsung sampaikan ke saya. Bukan ekornya yang saya penggal, tapi kepalanya saya laporkan ke Kapolri agar dipenggal—dimutasi. Karena perbuatan begitu hanya bikin malu institusi Polri,” tegas Agus Flores, Kamis (13/11).
Agus menegaskan bahwa reformasi Polri yang sedang berjalan harus didukung semua pihak, termasuk internal kepolisian sendiri. Ia berharap seluruh jajaran Polri fokus memperbaiki kinerja, bukan malah membuka ruang bagi praktik-praktik yang dapat merusak kepercayaan publik.
“Mari kita dukung reformasi Polri dengan seluruh sektornya. Jangan ciptakan masalah baru. Polri harus semakin kuat, profesional, dan bersih,” ujarnya.
Agus Flores juga menegaskan bahwa FR-FRN akan terus mengawal isu-isu penyimpangan di tubuh Polri demi menjaga integritas lembaga dan wibawa hukum di Indonesia.(M.Rahman)

Tinggalkan Balasan