Kpkmaultra.com-KENDARI — Polsek Poasia menangani peristiwa kebakaran yang terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 16.50 WITA, di Jalan Panglima Polim, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Dalam kejadian tersebut, dua unit bangunan kios dan satu unit mobil terbakar. Tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp200 juta.
Berdasarkan keterangan awal di tempat kejadian perkara (TKP), kebakaran bermula saat pemilik usaha penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran atau Pertamini berinisial E.S. melakukan pengisian BBM jenis Pertalite dari satu unit mobil ke mesin Pertamini. Pada saat pengisian berlangsung, aktivitas jual beli masih terjadi di sekitar lokasi.
Tidak lama berselang, api tiba-tiba muncul dari arah mobil yang digunakan sebagai sumber pengisian BBM dan langsung menyambar unit Pertamini. Api kemudian membesar dan menjalar ke bangunan kios di sekitarnya yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar, sehingga kebakaran dengan cepat meluas.
Akibat peristiwa tersebut, unit Pertamini beserta satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam nomor polisi DT 1014 CB milik E.S. hangus terbakar. Selain itu, satu unit kios sembako milik warga berinisial S. yang berada di sisi lokasi kejadian turut mengalami kerusakan parah.
Personel piket Polsek Poasia segera mendatangi TKP untuk melakukan pengamanan lokasi, pengaturan arus masyarakat, serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Sekitar pukul 17.10 WITA, empat unit mobil pemadam kebakaran Kota Kendari bersama satu unit mobil water cannon milik Polda Sultra tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Sekitar pukul 17.30 WITA, api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Selanjutnya, Unit Inafis Sat Reskrim Polresta Kendari melakukan olah TKP dan memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Akibat kebakaran tersebut, kios sembako milik S. mengalami kerugian sekitar Rp150 juta, sementara unit Pertamini dan satu unit mobil milik E.S. diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp50 juta. Hingga saat ini, Polsek Poasia masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Polsek Poasia mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, khususnya dalam aktivitas yang berkaitan dengan penyimpanan dan pengisian bahan bakar mudah terbakar, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.(Lp RF)

Tinggalkan Balasan