Kpkmsultra.com-Jakarta, 2026 — Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN), Agus Flores, menegaskan pentingnya perubahan nyata di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia mengingatkan agar aparat kepolisian tidak sekadar menampilkan pencitraan, tetapi benar-benar hadir dan bekerja untuk masyarakat.

Agus Flores menyebut masih banyak “drama” yang terjadi di lapangan, di mana laporan yang disampaikan ke pimpinan terlihat baik, namun tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi faktual di masyarakat.

“Makanya saya turun langsung ke lapangan. Saya ingin memastikan, apakah laporan itu benar adanya atau hanya sekadar sandiwara,” tegas Agus Flores.

Ia menambahkan, banyak hal yang diketahuinya terkait perilaku oknum aparat, namun tidak semuanya dibuka ke publik karena merupakan ranah internal Polri dan menjadi kewenangan Propam.

“Ada hal-hal yang tidak saya bongkar di media. Itu urusan Propam Polri. Tugas saya hanya satu, mengecek dan memastikan kebenaran di lapangan,” ujarnya.

Menurut Agus, tahun 2026 seharusnya menjadi momentum bagi Polri untuk benar-benar menunjukkan komitmen sebagai institusi yang mencintai masyarakat.

“Polisi harus cinta masyarakat. Tapi cintanya jangan dibuat seperti pemain drakor—indah di cerita, tapi berbeda di kenyataan,” kritiknya.
Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik adalah aset utama Polri yang tidak boleh rusak akibat ulah segelintir oknum.

“Kita hidup untuk memberi yang terbaik bagi masyarakat. Jangan sampai rakyat menjadikan polisi sebagai bahan gunjingan karena perilaku oknum,” katanya.

Agus Flores pun menyerukan perubahan nyata di tubuh Polri agar tetap berada pada jalur yang benar.

“Polisi hari ini harus berubah, harus on the track. Hentikan drama dan pencitraan kosong. Masyarakat butuh kerja nyata,” pungkasnya.(Redaksi)