Kpkmsultra.com-Phnom Penh — Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang HAM. Dalam kunjungan resmi ke Kamboja, Menteri HAM RI Natalius Pigai bertemu dengan Menteri Senior Urusan HAM Kamboja sekaligus Ketua Cambodian Human Rights Committee (CHRC) Keo Remy, Selasa (25/11/2025).
Menteri HAM RI didampingi Staf Khusus Menteri HAM Thomas Harming Suwarta dan Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto. Pertemuan berlangsung konstruktif dan menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk mendorong kolaborasi HAM yang lebih kuat, baik di lingkup Asia Tenggara maupun kawasan Asia Pasifik.
Dalam dialog bilateral tersebut, Menteri Pigai menyampaikan rencana Indonesia untuk menyelenggarakan High Level Forum HAM se-Asia Pasifik tahun depan. Forum ini digagas sebagai ruang strategis memperkuat pemahaman bersama, mengembangkan kapasitas kelembagaan, serta mempercepat penanganan isu-isu HAM lintas negara.
Indonesia juga mengharapkan dukungan Kamboja terhadap pencalonan Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026, sebagai bentuk kontribusi aktif Indonesia di gelanggang HAM global.
Di sisi lain, Menteri Pigai menegaskan pentingnya kerja sama perlindungan terhadap pekerja migran, termasuk WNI yang berada di Kamboja. Indonesia menilai perlindungan pekerja migran merupakan bagian krusial dalam pemenuhan hak asasi manusia dan menjadi indikator komitmen negara dalam menghormati hak dasar setiap individu.
Pemerintah Kamboja menyambut baik berbagai inisiatif Indonesia dan memaparkan perkembangan situasi HAM di negaranya, seraya menegaskan kesiapan untuk memperkuat sinergi kedua negara.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mendorong agenda perlindungan HAM, memperkuat diplomasi, serta mempererat hubungan bilateral Indonesia–Kamboja di masa mendatang.(Tim FRN)

Tinggalkan Balasan