Kpkmsultra.com-Jakarta — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) bersama Ketua Umum Bhayangkari menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Meriyati Roesllani Hoegeng (Eyang Meri), istri tercinta dari Almarhum Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, tokoh legendaris Kepolisian Republik Indonesia.

“Atas nama pribadi, institusi Polri, dan seluruh keluarga besar Bhayangkari, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Meriyati Roesllani Hoegeng,” ujar Kapolri dalam pernyataan resminya, Senin.

Kapolri menegaskan, Polri kehilangan sosok yang sangat berarti. Almarhumah bukan hanya saksi perjalanan sejarah Polri, tetapi juga figur keteladanan yang senantiasa menginspirasi nilai-nilai integritas, kejujuran, kesederhanaan, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Semasa hidupnya, Eyang Meri menjadi pelita moral bagi generasi penerus Polri dan Bhayangkari. Nilai-nilai luhur yang beliau wariskan akan terus hidup dan menjadi pengingat bagi kami dalam menjaga marwah institusi,” lanjut Kapolri.

Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari juga mendoakan agar seluruh amal ibadah dan jasa almarhumah diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

Kepada keluarga besar almarhumah, Kapolri menyampaikan harapan agar senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi masa duka.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan keteguhan iman dan keikhlasan,” tutup Kapolri.

Polri berkomitmen untuk terus menjaga dan menghidupkan nilai-nilai keteladanan yang diwariskan oleh keluarga besar Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso sebagai bagian dari jati diri institusi.(Red)