Sultra, kpkmsultra.com-(10 Agustus 2025) Dugaan keterlibatan oknum berseragam dalam melindungi kendaraan ilegal kembali mencoreng citra institusi militer. Kelompok Pemerhati Keadilan Masyarakat (KPKM Sultra) mengungkap kasus di Kota Baubau, di mana proses penarikan mobil berstatus agunan milik perusahaan pembiayaan justru dihalangi oleh oknum perwira intelijen.

Informasi lapangan menyebut, kendaraan tersebut dipakai oleh pihak yang mengaku membelinya secara tunai, namun tidak memiliki dokumen resmi. Saat tim resmi, lengkap dengan surat tugas dan kuasa, mendatangi lokasi untuk menarik kendaraan, justru muncul penghalangan dari oknum perwira intelijen setempat. Mobil tersebut bahkan sempat diamankan di lingkungan militer, namun kemudian dikembalikan kepada pihak yang diduga tidak berhak.

KPKM Sulra menilai hal ini sebagai penyalahgunaan wewenang yang serius. “Seorang perwira intelijen seharusnya menjadi benteng integritas, bukan tameng pelanggaran. Ini bukan hanya masalah disiplin, tapi indikasi tindak pidana yang menggerus kepercayaan publik terhadap TNI,” tegas pernyataan resmi KPKM Sulta,

Mereka mendesak Korem 143/Haluoleo dan Polisi Militer TNI untuk mengusut tuntas kasus ini, memproses semua pihak yang terlibat tanpa pandang bulu, dan memberikan sanksi tegas — termasuk pemberhentian tidak hormat (PTDH) bila terbukti bersalah.

“Kami akan terus mengawal kasus ini. Penegakan disiplin dan integritas militer bukan sekadar jargon. Hukum tidak boleh tumpul ke atas,” tutup KPKM Sulta.

Lp (Rf)