kpkmsultra.com-Jakarta — Pemerintah menyampaikan capaian kinerja sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sepanjang tahun 2025 sebagai wujud kerja nyata negara dalam menghadirkan keadilan sosial sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Pada sektor hulu minyak dan gas bumi, kinerja strategis berhasil dicapai. Untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir, lifting minyak bumi melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Capaian ini menjadi fondasi penting bagi peningkatan produksi migas nasional secara bertahap menuju target 1 juta barel minyak per hari pada tahun 2030.

Di sektor ketenagalistrikan, kehadiran negara terus diperluas hingga ke wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), ratusan ribu rumah tangga dan ribuan desa di seluruh Indonesia kini menikmati akses listrik yang layak, mendorong peningkatan kualitas hidup dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, keberhasilan implementasi mandatori biodiesel B40 sepanjang tahun 2025 — dengan campuran 40 persen minyak sawit dan 60 persen solar — terbukti memberikan dampak signifikan. Kebijakan ini mampu menekan impor solar, menghemat devisa negara, menurunkan emisi karbon, serta memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya dalam negeri.

Sejalan dengan upaya tersebut, pemerintah juga melakukan penataan ulang kebijakan batubara melalui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan pasokan, memperbaiki harga batubara, melindungi lingkungan, serta memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Capaian-capaian ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan sektor ESDM sebagai penggerak utama pembangunan nasional yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.(Red)