Kpkmsultra.com-Jakarta- Oktober 2025-Tidak banyak yang tahu, di balik ketegasan dan jiwa kepemimpinan Agus Flores, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW.FRN), tersimpan kisah masa kecil yang menyentuh dan penuh makna.
Sang ayah, Kusnandar Sunyoto Hadinoto, membuka kembali lembaran kenangan tentang putra ketiganya itu,yang sejak bayi telah menunjukkan tanda-tanda berbeda dari anak pada umumnya.

Menurut Kusnandar, sejak usia satu tahun, Agus kecil telah diasuh langsung oleh sang kakek, Sultan Agung Partika Candra, seorang tokoh terhormat dari Jawa. “Nama Raden Mas dari lahir itu, kakeknya yang beri nama,” ujarnya dengan nada bangga.

Agus lahir dengan ciri fisik yang istimewa: tubuhnya bersih, kulitnya putih, rambutnya pirang keemasan, dan matanya menyerupai mata kucing. Namun, di balik keistimewaan itu, sang bocah kecil sempat mengalami masa sulit — selama tiga tahun pertama hidupnya tak mampu berjalan dan hanya bisa duduk di baskom atau bak mandi.

“Umur tiga tahun, adiknya Bambang sudah bisa jalan, sedangkan Agus belum. Karena itulah dia jadi cucu kesayangan kakeknya,” kenang sang ayah.

Barulah di usia empat tahun, Agus Flores mulai bisa berjalan dengan normal. Namun sebelum kelahirannya pun sudah ada kisah tak biasa: ibunda sempat mengandung hingga delapan bulan, namun janin di kandungan tiba-tiba menghilang. Beberapa bulan kemudian, sang ibu kembali hamil dan lahirlah Agus Flores — seorang bayi yang dipercaya membawa harapan dan kekuatan bagi keluarga besar.

Kini, Kusnandar tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Sosok pemalu yang dulu sulit berbicara kini tumbuh menjadi figur nasional yang dikenal luas karena keberanian, ketegasan, dan kecerdasannya berbicara di depan publik.

“Dulu bicaranya terbata-bata, jarang bergaul dengan teman-temannya. Sekarang pandai bicara, banyak teman, dan pemberani. Syukurlah anakku membawa harum nama leluhurnya,” ungkapnya haru.

Selain itu, sang ayah juga menyebut bahwa salah satu putranya menikah dengan perempuan baik dan berpendidikan dari keluarga terhormat asal Gorontalo, bermarga Manoppo dan Datau, yang memperkuat ikatan kehormatan dalam garis keturunan keluarga mereka.

Kisah ini menjadi bukti bahwa setiap perjalanan besar selalu diawali dari proses yang tidak mudah. Agus Flores membuktikan, dari seorang anak kecil yang lemah dan penuh tantangan, kini menjelma menjadi pemimpin tangguh yang membawa semangat leluhur dalam membangun bangsa.

(Redaksi)