Kpkmsultra.com-Sultra.-Ketua Umum Amba Sultra STENLY DIOVER ST. dan Kor. Dev Kebudayaan PB AMBA Sultra LA ODE UMAR ZAID, Berpandangan bahwa.
Semangat inovasi yang melahirkan motif tenun kontemporer “Rapa Dara” layak mendapatkan apresiasi. Sebagai sebuah karya baru, ia berhasil membawa angin segar dan mengarahkan sorotan publik pada kekayaan wastra Bombana di tengah pesatnya perkembangan Ekonomi Kreatif tentu ini adalah sebuah pencapaian positif yang berpotensi membuka pintu pasar yang lebih luas bagi para perajin lokal.
Namun, di balik gempita promosinya, muncul sebuah diskursus yang subtil namun krusial di tengah masyarakat. Perhatian publik tidak hanya tertuju pada motifnya, tetapi juga pada fakta bahwa inisiatif ini dipromosikan secara masif oleh seorang pemangku jabatan. Posisi ini tentu memiliki kekuatan, sumber daya, dan jangkauan yang jauh lebih besar dalam upaya sosialisasi sebuah karya.sabtu 4 Oktober 2025
Kondisi inilah yang menimbulkan pertanyaan objektif di tengah publik: jika satu motif kontemporer didukung oleh kekuatan promosi yang begitu besar, bagaimana nasib motif-motif tenun lokal lainnya yang telah diwariskan turun-temurun? Muncul kekhawatiran yang wajar bahwa motif-motif asli yang menjadi identitas budaya masyarakat bisa saja kalah pamor, bukan karena kualitas atau maknanya yang kurang, melainkan karena tidak mendapatkan panggung dan dukungan yang seimbang.
Pada dasarnya, akar dari perbincangan ini kemungkinan besar adalah miskomunikasi, atau lebih tepatnya, sebuah jeda komunikasi antara pemerintah sebagai fasilitator dan masyarakat adat sebagai penjaga warisan. Sebuah niat baik untuk berinovasi bisa menjadi lebih kuat dan diterima sepenuhnya apabila didahului dengan dialog dan pelibatan para pemangku adat serta maestro tenun sejak awal. Dengan begitu, inovasi yang lahir akan terasa sebagai aspirasi bersama, bukan sebagai sebuah gerakan dari atas ke bawah.
Oleh karena itu, momentum “Rapa Dara” ini seharusnya tidak dilihat sebagai masalah, melainkan sebagai pelajaran berharga. Ia membuka mata kita semua akan pentingnya sinergi dan komunikasi yang setara. Ke depan, setiap upaya pengembangan budaya harus menjadikan dialog sebagai fondasi utamanya. Pemerintah dapat berperan sebagai akselerator, namun arah dan spiritnya harus digali dari kearifan lokal.
Dengan menjalin komunikasi yang lebih erat, kita dapat memastikan bahwa karya kontemporer seperti Rapa Dara dapat bersinar tanpa meredupkan cahaya warisan leluhur. Keduanya bisa berjalan beriringan, saling memperkaya, dan bersama-sama mengangkat harkat budaya Bombana di mata dunia.
(Red)


Tinggalkan Balasan