Sultra-pkmsultra.com-27 Juli 2025-Pantai Nambo menjadi saksi semangat solidaritas dan komitmen dalam memajukan kearifan lokal dan budaya Sulawesi Tenggara.

Dalam kegiatan bertajuk “Amba Sultra Pemersatu Masyarakat Muna Indonesia (PMMI)”, sejumlah tokoh pemuda dari berbagai etnis, organisasi budaya, hingga tokoh adat turut hadir untuk memperkuat sinergi antar elemen masyarakat dalam membangun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Kendari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Diklat pertama Amba Sultra yang dihadiri oleh tokoh-tokoh pemuda 4 pilar yang memiliki visi kebangsaan kuat. Tokoh-tokoh muda dari Muna, Buton, dan Moronene menyuarakan pentingnya menjaga dan melestarikan kearifan lokal sebagai pondasi pembangunan daerah.

Turut hadir dalam acara ini:

Sarif Hidayatullah, Tokoh Adat Tolea Kerajaan Mekongga

Alex Pangaibali, Ketua Garda Sultra

Ketua Tamalaki Formakom

La Ode Agus Bonte, Ketua Amba Sultra Kabupaten Muna

Lukman Ichsan, SH., MH, Dewan Pembina Amba Sultra Bidang Ekonomi Kreatif sekaligus Humas PMMI

Stenly Dioser, ST, Ketua Amba Sultra

Dr. Jabar Nur, SH., MH, Tokoh Budaya dari Lembaga Adat Tolaki Sultra sekaligus Dosen Fakultas Hukum UHO

Balak Gede Sijantara, Tokoh Bali di Sultra yang menjadi inspirasi kemajuan daerah berbasis budaya

Dengan mengusung tema “Memajukan Kearifan Lokal dan Budaya Sulawesi Tenggara”, kegiatan ini sekaligus menetapkan Pantai Nambo sebagai ikon Kota Kendari dalam sektor pariwisata dan budaya. Tagline yang digaungkan “Ayo ke Pantai Nambo!” menjadi ajakan kolektif untuk menjadikan Nambo sebagai destinasi unggulan yang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui potensi wisata budaya.

Dewan Pembina Amba Sultra Bidang Ekonomi Kreatif, Lukman Ichsan, SH., MH, dalam penyampaiannya menyatakan,

“Amba Sultra, PMMI, dan Formakom Tamalaki hadir bukan hanya sebagai organisasi, tapi sebagai mitra aktif pemerintah dalam mendukung sektor pariwisata dan budaya. Mari kita ajak tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh ormas dan seluruh masyarakat untuk bersatu memajukan kearifan lokal kita.”ujarnya

Lanjutnya Harapan besar muncul agar semangat kolaboratif ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kendari demi menjadikan Pantai Nambo sebagai aset budaya, wisata, dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan seperti halnya Provinsi Bali yang maju berkat kekuatan budayanya.

Salam Mepokoaso, Salam Kaiseseha, dan Salam 4 Pilar

(Redaksi)