kpkmsultra.com-Kendari- 27 September 2025-Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli HAM menggelar aksi peringatan September Berdarah sebagai bentuk penghormatan dan refleksi atas gugurnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randi dan Yusuf Kardawi, dalam tragedi demonstrasi menolak revisi undang-undang pada 26 September 2019 silam di Kota Kendari.
Dalam aksi yang berlangsung di sejumlah titik di Kota Kendari, para peserta membawa poster, spanduk, serta bunga sebagai simbol duka dan perlawanan. Mereka menyerukan agar tragedi kelam yang merenggut nyawa dua mahasiswa tersebut tidak dilupakan dan menjadi pelajaran berharga bagi perjalanan demokrasi di Indonesia.
“Randi dan Yusuf adalah simbol keberanian mahasiswa yang mengorbankan jiwa demi suara rakyat. Tugas kita sebagai generasi muda adalah menjaga api perjuangan mereka agar tetap menyala, serta memastikan demokrasi berjalan sesuai cita-cita bangsa,” ujar La Ode Aswan Tingarai.
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli HAM juga menegaskan bahwa Jangan ada lagi tragedi yang sama, dimana tragedi dua mahasiswa tersebut masih menyisakan pertanyaan besar di tengah publik serta meminta Negara menjamin agar tidak ada lagi korban jiwa dalam ruang demokrasi.
Peringatan September Berdarah ini ditutup dengan doa bersama di lokasi aksi, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Randi dan Yusuf Kardawi. Para peserta aksi sepakat bahwa semangat perjuangan keduanya akan terus hidup dalam setiap langkah perjuangan mahasiswa dan pemuda untuk menegakkan keadilan serta memperkuat demokrasi di tanah air.
(LP.Fajar)

Tinggalkan Balasan