Kpkmsultra.com-Palu, Sulawesi Tengah-Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN), Agus Flores, kembali bersuara lantang terkait maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayah Sulawesi Tengah. Dalam pernyataannya, Agus menegaskan bahwa keberanian para pelaku tambang ilegal tidak mungkin berdiri sendiri tanpa adanya dukungan oknum-oknum berkekuatan besar di balik layar.
“Tidak mungkin tambang ilegal di Sulteng bisa beroperasi sebebas itu tanpa ada yang membekingi. Saya meyakini ada oknum berbintang yang ikut bermain di balik semua ini,” tegas Agus Flores.
Agus menyoroti data mengejutkan terkait keberadaan lebih dari 1.063 titik tambang ilegal di Sulawesi Tengah. Menurutnya, jumlah ini menjadi bukti nyata lemahnya penegakan hukum dan adanya intervensi pihak-pihak tertentu yang memiliki jabatan strategis.
“Selama masih ada intervensi dan keterlibatan oknum kuat di belakangnya, pemberantasan tambang ilegal di Sulteng hanya akan menjadi wacana. Negara dirugikan triliunan rupiah, masyarakat menderita, dan lingkungan rusak parah,” ujarnya.
Dalam kunjungannya meninjau beberapa lokasi tambang ilegal di wilayah Sulawesi Tengah, Agus mengaku masih menemukan aktivitas penambangan liar yang terus berjalan tanpa hambatan berarti. Ia menyebut kondisi ini sebagai bukti nyata bahwa ada “tangan-tangan tak terlihat” yang melindungi para pelaku.
PW FRN, kata Agus, mendesak aparat penegak hukum, Kapolri, hingga Menteri ESDM, untuk bersikap tegas, transparan, dan berani mengungkap siapa aktor utama di balik maraknya tambang ilegal tersebut.
“Jika masalah ini tidak segera dituntaskan, kerusakan akan semakin masif. Kami di PW FRN akan terus mengawal kasus ini dan siap membuka data serta fakta yang kami miliki bila penegakan hukum masih berjalan di tempat,” tegasnya.
Agus menegaskan, PW FRN tidak akan tinggal diam. Pihaknya siap menjadi garda terdepan dalam mendorong penertiban tambang ilegal dan memastikan kepentingan rakyat serta kelestarian lingkungan tetap terjaga.
(Red)

Tinggalkan Balasan