Kpkmsultra.cim-Jakarta — Suhu kritik publik terhadap kebijakan negara kembali memuncak setelah Agus Flores, tokoh Fast Respon yang dikenal vokal, melontarkan serangkaian pernyataan tajam terkait dugaan penggunaan kekuatan militer dalam penanganan persoalan di Bangka Belitung (Banbel) dan Morowali.

Dengan nada keras, Agus Flores menyebut langkah aparat seperti menunjukkan negara sedang “mengambil posisi berhadapan dengan rakyatnya sendiri.”

“Netizen kaget melihat kekuasaan militer dipertontonkan. Kenapa gaya begini nggak dipakai di Papua? Ini malah kayak negara perang sama rakyat, bukan perang sama OPM,” semburnya.

Ia menuding bahwa akar masalah sudah terang benderang, tetapi pemerintah justru seolah membiarkan konflik membesar dengan mengorbankan masyarakat kecil.

“Ini sederhana saja sebenarnya. Tangkap bos besar itu, bos tiga huruf yang semua orang sudah tahu. Selesai. Jangan jadikan rakyat tumbal permainan elite,” tegasnya.

Lebih jauh, Agus juga menyatakan bahwa publik bukan lagi buta terhadap pola yang terjadi di berbagai daerah.

“Semua orang tau, Banbel dan Morowali itu rajanya sama. Jangan pura-pura tidak tahu,” ujarnya.

Pernyataan keras ini memantik kembali perdebatan soal keberanian negara menyentuh para aktor puncak yang diduga mengendalikan rantai bisnis gelap tambang dan ekonomi. Agus menilai selama pemain utama tidak disentuh, setiap tindakan aparat hanya akan menjadi pertunjukan semu yang justru menimbulkan ketegangan horizontal.

Agus menutup pernyataannya dengan menyerukan keberanian politik dan moral pemerintah.
Jika negara ingin menyelesaikan masalah, katanya, “hantam dalangnya, bukan rakyatnya.”(Red)