Jakarta, kpkmsultra.com-8 Agustus 2025-Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN), Agus Flores, angkat bicara mengenai maraknya informasi di media sosial yang menyebut adanya perebutan jabatan di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia menegaskan bahwa isu tersebut adalah hoaks yang tidak memiliki dasar fakta dan hanya bertujuan untuk menyesatkan opini publik.

“Perebutan jabatan di Polri itu sama sekali tidak benar. Polri memiliki mekanisme resmi, transparan, dan profesional dalam proses rotasi maupun promosi jabatan. Tidak ada ruang bagi praktik saling berebut jabatan seperti yang digambarkan dalam isu tersebut,” tegas Agus Flores di Jakarta, Jumat (8/8).

Agus menyebut, penyebaran kabar palsu semacam ini tidak hanya merugikan nama baik Polri, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas internal dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Bikin malu saja kalau sampai ada yang percaya dan menyebarkan isu seperti ini. Hoaks seperti ini bisa merusak kehormatan aparat dan menciptakan kesan negatif yang tidak sesuai kenyataan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam proses mutasi dan promosi jabatan, Polri selalu mengedepankan penilaian kinerja, rekam jejak, serta kebutuhan organisasi. Karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar tanpa verifikasi.

“Di era digital seperti sekarang, setiap orang bisa memproduksi dan menyebarkan informasi dengan cepat. Maka, penting untuk memeriksa kebenarannya sebelum mempercayai atau membagikannya. Jangan sampai kita ikut menjadi bagian dari penyebaran berita bohong,” kata Agus.

FRN, sebagai organisasi yang kerap bersinergi dengan aparat penegak hukum, juga menyatakan siap membantu aparat terkait untuk meluruskan informasi dan mengedukasi masyarakat tentang bahaya hoaks.(redaksi)