Kpkmsultra.com-Poso, Sulawesi Tengah-Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN), Agus Flores, akhirnya turun langsung ke lokasi setelah viral nya aksi warga membakar alat tambang ilegal di Kabupaten Poso.
Dalam investigasinya, Agus menemukan fakta mengejutkan: masyarakat sudah lama melapor soal maraknya praktik tambang ilegal, namun laporan mereka tak digubris. Bahkan, penanganan dari aparat kepolisian dinilai terlalu lambat dan tidak transparan.
“Ini fenomena berbahaya! Ketika masyarakat tidak lagi percaya pada aparat, mereka akhirnya bertindak sendiri. Kepolisian jangan pandang bulu, setiap laporan rakyat harus segera ditindaklanjuti tanpa pilih kasih,” tegas Agus Flores di hadapan sejumlah awak media.
Agus menambahkan, situasi di Poso sudah masuk tahap rawan konflik sosial. Jika tidak ada tindakan tegas dari pihak kepolisian dan pemerintah, dikhawatirkan masyarakat akan terus main hakim sendiri.
PW FRN mendorong Kapolda Sulawesi Tengah dan jajaran untuk:
Segera menertibkan seluruh aktivitas tambang ilegal di wilayah Poso.
Menindak tegas oknum aparat yang diduga bermain mata dengan pelaku tambang ilegal.
Mengembalikan kepercayaan publik dengan penegakan hukum yang cepat, tegas, dan adil.
“Kami di PW FRN siap mengawal kasus ini sampai tuntas. Jangan sampai kepercayaan publik terhadap kepolisian makin terkikis. Penegakan hukum harus berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan segelintir orang,” pungkas Agus.
Kehadiran PW FRN di lokasi menjadi bukti nyata keberpihakan organisasi ini pada kepentingan rakyat. Investigasi ini diharapkan menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum agar lebih responsif, profesional, dan transparan dalam menangani laporan masyarakat.
PW FRN-Suara Rakyat, Garda Keadilan Bangsa

Tinggalkan Balasan