kpkmsultra.com-Kendari –9 Oktober 2025-Konflik sengketa lahan di kawasan Tapak Kuda, Kota Kendari, kini menimbulkan keprihatinan luas setelah beredar kabar adanya tekanan terhadap Rumah Sakit (RS) Aliyah agar tidak menerima pasien. Tindakan tersebut dinilai telah menyalahi nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia.

Rumah sakit yang menjadi tumpuan ribuan warga ini disebut-sebut mendapat tekanan menjelang penentuan batas lahan antara pihak koperasi (Kopperson) dan masyarakat. Kondisi itu memicu kemarahan warga serta keluarga pasien yang menilai larangan pelayanan kesehatan merupakan tindakan kejam dan tidak berperikemanusiaan.

“Rumah sakit bukan alat kepentingan siapa pun. Ini tempat kami berjuang untuk hidup. Menekan RS Aliyah sama saja mengorbankan kemanusiaan dan mengubur hak keluarga kami untuk hidup sehat,” ujar salah satu keluarga pasien dengan nada geram.

Masyarakat menegaskan, hak atas kesehatan dijamin oleh konstitusi. Karena itu, tidak ada alasan apa pun, termasuk sengketa lahan, yang dapat membenarkan penghentian layanan medis. Mereka mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum segera turun tangan memberikan perlindungan hukum kepada RS Aliyah agar terbebas dari segala bentuk intervensi.

Selain itu, warga juga menyoroti dugaan adanya praktik mafia tanah yang mencoba menggunakan Hak Guna Usaha (HGU) yang telah kadaluarsa untuk menguasai kembali lahan masyarakat dan rumah sakit. Padahal, menurut warga, lahan tersebut telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) yang sah secara hukum.

“HGU yang sudah mati tidak bisa dijadikan dasar untuk merampas hak rakyat. Ini bentuk penyelewengan hukum dan tindakan yang tidak manusiawi,” tegas salah satu tokoh masyarakat Tapak Kuda.

Selama ini, RS Aliyah dikenal dengan pelayanan yang ramah dan terbuka untuk masyarakat kecil. Rumah sakit ini juga aktif menjalankan program BPJS Kesehatan bagi warga tidak mampu, menjadikannya simbol solidaritas dan kemanusiaan di Kota Kendari.

“Mereka yang menghalangi pelayanan RS Aliyah sama saja mematikan harapan rakyat kecil. Biarkan rumah sakit ini tetap menjadi tempat harapan, bukan korban kepentingan sempit,” ucap seorang keluarga pasien.

Menanggapi situasi tersebut, pihak manajemen RS Aliyah memastikan seluruh layanan berjalan normal dan tidak terpengaruh tekanan apa pun.

“Kami tidak terganggu sedikit pun. Aktivitas pelayanan di Rumah Sakit Aliyah tetap berjalan seperti biasa. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar perwakilan manajemen RS Aliyah saat dikonfirmasi.

(Redaksi)