Kpkmsultra.com-KENDARI – Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat terkait dugaan penggiringan opini publik yang mengarah pada sentimen Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA), Pengurus Besar Angkatan Muda Bumi Anoa (PB AMBA SULTRA) angkat bicara.
Salah satu pendiri sekaligus Ketua Divisi Sosial PB AMBA SULTRA, Syaifullah Sanib, secara tegas membantah tudingan bahwa organisasi tersebut berbasis kesukuan. Ia menyatakan bahwa AMBA SULTRA adalah Organisasi Kepemudaan (OKP) yang murni bergerak di bidang sosial dan kebudayaan.
Syaifullah menjelaskan bahwa AMBA SULTRA hadir untuk merangkul seluruh elemen pemuda di Sulawesi Tenggara. Dalam pergerakannya, organisasi ini aktif bermitra dengan berbagai lembaga adat dari empat pilar budaya besar di Sultra, yaitu: Buton , Tolaki, Muna , Moronene dalam kerjasama pengenalan budaya lokal Sulawesi Tenggara.
Tak hanya di level regional, AMBA SULTRA juga menjalin kolaborasi dengan lembaga kebudayaan tingkat nasional sebagai upaya pertukaran informasi dan penguatan identitas budaya lokal di kancah yang lebih luas.
Pihak organisasi sangat menyayangkan adanya upaya dari oknum-oknum tertentu yang mencoba memecah belah struktur kepengurusan dengan isu primordialisme. Syaifullah Sanib menegaskan bahwa landasan utama AMBA SULTRA adalah UUD 1945, Pancasila, dan semangat Sumpah Pemuda 1928 , dan dalam struktur organisasi tidak berlandaskan pada kesukuan.
“Menjadikan budaya sebagai program kerja adalah wujud kepedulian kami terhadap kearifan lokal Bumi Anoa. Setiap pemuda memiliki hak yang sama untuk mengenal, melestarikan, dan mempromosikan budaya Sulawesi Tenggara tanpa memandang latar belakang sukunya,” ujar Syaifullah.
Selain fokus pada pelestarian budaya, AMBA SULTRA selama ini dikenal aktif sebagai wadah aspirasi masyarakat dalam menanggapi berbagai persoalan sosial.
Terkait dugaan penggiringan opini negatif yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab, Divisi Hukum & HAM PB AMBA SULTRA saat ini tengah melakukan pengkajian mendalam. Jika ditemukan unsur pidana atau pelanggaran hukum yang merugikan nama baik organisasi, pihak AMBA SULTRA tidak akan segan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan