Kpkmsultra.com-Jakarta-Nama Agus Flores kembali menjadi sorotan. Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW.FRN) sekaligus Counter Polri ini dikenal sebagai sosok keras, berani, dan tak pernah mundur ketika menyangkut kepentingan rakyat dan organisasi.
Setiap lembaga yang dipimpinnya tumbuh besar, diperhitungkan, bahkan sering jadi rebutan. Namun, Agus membantah keras jika keberhasilannya dianggap hasil “faktor X” atau semata karena keturunan.
“Saya besar bukan karena lahir dari keluarga Kiai, Priyai, atau pejuang Polri dari Flores. Saya besar karena banting tulang, kerja keras, dan keberanian maju di depan. Saya bukan golongan main belakang atau main dua kaki!” tegas Agus dengan suara bergetar penuh keyakinan.
Sikap tegasnya membuat banyak pejabat dan tokoh nasional percaya padanya. Mulai dari mantan Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu hingga ratusan pejabat tinggi Polri memilih berteman dan membangun jejaring dengannya.
“Mereka tahu hidup saya lurus, tidak neko-neko, setia sampai akhir, dan berani membela kawan, sekalipun di depan musuh sekuat apapun,” ungkap Agus, menegaskan loyalitasnya yang jarang dimiliki banyak orang.
Namun, di balik sikap kerasnya, tersimpan hati yang lembut. Agus tersenyum saat menceritakan sisi lain dirinya.
“Ya, gaya saya memang begini. Tapi hati saya ini ‘hello kitty’. Saya sayang keluarga, masyarakat, dan teman-teman,” ucapnya sambil tertawa kecil.
Kini, di bawah komandonya, PW.FRN menjelma sebagai organisasi wartawan yang disegani. Ribuan anggotanya tersebar di seluruh Nusantara, membawa semangat keberanian dan integritas.
Nama Agus Flores kian melekat sebagai sosok pemimpin “petarung” yang tak sekadar membesarkan organisasi, tapi juga menghidupkan spirit perlawanan terhadap ketidakadilan.
Satu pesan Agus Flores yang menggema:
“Kalau mau besar, jangan takut berdarah. Kalau mau dihormati, jangan main dua kaki.
(Red)

Tinggalkan Balasan