Kpkmsultra.com-Kendari – Rencana pendirian minimarket Indomaret di Kelurahan Nambo, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, menuai gelombang penolakan. Kali ini, suara keras datang dari Amba Sultra, Saleh Muhammad S. atau yang akrab disapa Saleh Saranani.

Saleh, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Devisi Sosial Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA Sultra), menegaskan bahwa kehadiran jaringan minimarket modern seperti Indomaret bukan solusi, melainkan ancaman bagi masyarakat kecil.

“Kalau Indomaret berdiri di Nambo, maka usaha kecil dan menengah akan mati pelan-pelan. Padahal UMKM sudah lama menjadi tulang punggung ekonomi warga,” tegas Saleh dalam pernyataannya, RABU (27/8/2025).

Menurutnya, Indomaret memiliki modal dan strategi pemasaran jauh lebih kuat dibandingkan warung-warung kecil. Dengan promosi besar-besaran, diskon, dan kelengkapan barang, warga perlahan akan meninggalkan toko/warung tradisional di lingkungannya.

Bukan Hanya Ekonomi, tapi juga Sosial

Saleh menilai ancaman tidak hanya menyasar sektor ekonomi. Ia juga mengingatkan potensi berkurangnya interaksi sosial antar warga.

“Warung bukan sekadar tempat jual beli. Itu ruang kebersamaan, tempat orang saling menyapa, bercerita, bahkan saling membantu. Kalau semua kebutuhan sudah tersentral di satu minimarket, nilai kebersamaan itu bisa hilang,” ujarnya.

Dukungan Warga Menguat

Penolakan Saleh ternyata sejalan dengan keresahan banyak warga Nambo. Beberapa pemilik warung kecil mengaku khawatir pendapatan mereka akan anjlok jika Indomaret resmi beroperasi.

“Kami sudah susah payah membangun usaha ini dari nol. Kalau ada Indomaret, usaha kami bisa gulung tikar karna pendapatan pasti akan kurang,” keluh seorang pedagang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Pemerintah Diminta Bijak

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kelurahan Nambo belum memberikan keterangan resmi. Namun, warga berharap pemerintah tidak tutup mata terhadap aspirasi yang berkembang.

Saleh sendiri menegaskan, dirinya tidak menolak investasi, tapi meminta agar arah pembangunan tetap berpihak pada masyarakat kecil.

“Kami tidak anti investor. Tapi jangan sampai investasi hanya menguntungkan segelintir orang, sementara masyarakat kecil menjadi korban,” pungkasnya.

(Red)