Kpkmsultra.com-Palu – Agustus 2025-Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN), Agus Flores, mengeluarkan pernyataan tegas soal 1.063 tambang ilegal yang menjadi sorotan nasional. Menurutnya, permasalahan ini tidak akan pernah selesai selama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih berada di bawah intervensi para petinggi mafia.
“Kalau selalu diintervensi, mau siapa saja jadi menteri, sama saja hasilnya. Kita seperti hidup di balik tirai bambu, hanya jadi penonton, bukan pengendali negeri sendiri,” tegas Agus Flores saat diwawancarai awak media di Polda Sulawesi Tengah, Senin (25/8).
Agus membeberkan, potensi kerugian negara akibat praktik tambang ilegal mencapai Rp300 triliun. Jumlah fantastis ini bisa diselamatkan jika Menteri ESDM memiliki kewenangan penuh tanpa diatur kepentingan kelompok tertentu.
“Kalau Agus Flores jadi Menteri ESDM, 1.063 tambang ilegal itu saya bersihkan. Negara bisa selamatkan Rp300 triliun. Tapi kalau menterinya masih diatur, jangan mimpi masalah ini selesai,” tegasnya.
Dukung APH, Beri Otoritas Penuh
Agus menekankan bahwa pergantian menteri bukan solusi. Masalah sesungguhnya ada pada kekuasaan yang dikontrol mafia. Karena itu, ia mendesak pemerintah memberikan otoritas penuh kepada Menteri ESDM dan memastikan Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan tanpa kompromi.
“Kalau APH mendukung dan Menteri ESDM diberi otoritas penuh, selesai itu tambang ilegal. Tapi kalau masih main cantik, jangan harap ada hasil. Ibarat sudah dapat ikan bagus, eh yang dikasih malah ikan mati,” ujarnya.
PW-FRN berkomitmen untuk mengawal setiap kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat dan menolak segala bentuk intervensi mafia di sektor pertambangan. Agus menegaskan, penyelamatan potensi Rp300 triliun harus menjadi prioritas negara, bukan sekadar janji politik.
“Kalau negara serius, kami siap di garis depan. Tidak ada kata mundur untuk kepentingan bangsa,” pungkas Agus Flores.
(Red)

Tinggalkan Balasan