Kpkmsultra.com-KENDARI – Organisasi Kepemudaan AMBA SULTRA Wilayah Kota Kendari menyerukan pentingnya menghadirkan ikon budaya lokal pada bundaran strategis di pusat kota yang hingga kini masih belum banyak memiliki penanda identitas daerah. Bundaran tersebut dinilai sangat potensial menjadi ruang ekspresi budaya yang merepresentasikan jati diri masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya etnis Tolaki.
Ketua Divisi Sosial AMBA SULTRA, Falih Tunduoloto mengungkakan bahwa seruan ini menguat seiring munculnya usulan dari masyarakat adat & pelestari budaya untuk pendirian Patung Penari Lulo Tolaki atau Tugu Kalosara sebagai simbol resmi budaya Kendari. Selama ini, Kendari dikenal luas sebagai “Kota Lulo”, sebuah identitas yang melekat kuat dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya.
Tarian Lulo bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi simbol persatuan, kebersamaan, dan persaudaraan. Tarian ini merefleksikan nilai gotong royong dan solidaritas sosial yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Tolaki sejak lama.
Selain Patung Penari Lulo, Tugu Kalosara juga dinilai sangat layak dijadikan ikon kota. Kalosara merupakan simbol adat Tolaki yang mengandung nilai filosofis mendalam, melambangkan persatuan, hukum adat, keadilan, serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadirannya di ruang publik diyakini mampu menjadi pengingat kolektif akan nilai-nilai luhur budaya lokal.
Berbagai elemen masyarakat mulai dari tokoh adat, pemuda, mahasiswa, budayawan, hingga organisasi kemasyarakatan (ormas) diharapkan dapat bersatu mengawal aspirasi ini. Masyarakat menilai penting agar ruang publik strategis tidak diisi oleh simbol yang tidak mencerminkan identitas dan karakter budaya daerah.
“Ini bukan hanya soal membangun patung atau tugu, tetapi tentang menjaga harga diri daerah dan memastikan warisan budaya tetap hidup di tengah modernisasi kota,” demikian salah satu aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Momentum ini dianggap krusial sebelum pemerintah daerah menetapkan pembangunan ikon kota yang berpotensi tidak selaras dengan nilai budaya lokal. Partisipasi publik dinilai menjadi kunci agar arah pembangunan kota tetap berpijak pada kearifan lokal.
Dengan adanya ikon budaya seperti Patung Penari Lulo atau Tugu Kalosara, Kota Kendari diharapkan tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga kuat secara identitas dan budaya.
Bersatu untuk Budaya.
Bersatu untuk Kendari Kota Lulo.

Tinggalkan Balasan