Kpkmsultra.com-KENDARI – Pantai Toronipa menjadi saksi semangat baru para musisi Kota Lulo. Organisasi Musisi Elekton Kendari (MELODI) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) tahun 2026 pada Kamis (12/02).

Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga penegasan peran strategis musisi dalam pembangunan daerah.

Bukan Sekadar Wadah Silaturahmi
Dalam sambutannya, Ketua Umum MELODI, Syafril Tekaka, menekankan bahwa organisasi ini telah bertransformasi lebih jauh dari sekadar tempat berkumpulnya para pemain musik elekton.

“MELODI bukan hanya wadah silaturahmi bagi musisi di Kendari. Lebih dari itu, kami berkomitmen menjadi wadah pergerakan dalam melestarikan budaya lokal melalui seni musik,” ujar Sahri di sela-sela kegiatan.

Mendorong Ekonomi Kreatif
Selain aspek seni dan budaya, Raker kali ini juga menyoroti peran ekonomi dari profesi musisi. Di tengah pesatnya perkembangan industri hiburan di Sulawesi Tenggara, MELODI menargetkan diri sebagai pilar pendukung Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kota Kendari.

Beberapa poin utama yang dibahas dalam Raker tersebut meliputi:
Standarisasi Profesi:

1. Meningkatkan kualitas performa dan profesionalisme anggota di lapangan.

2. Kolaborasi Lintas Sektor: Membangun jejaring dengan pelaku usaha pariwisata dan pemerintah.

3. Pelestarian Lagu Daerah: Mewajibkan aransemen musik modern tetap menyelipkan unsur etnik sebagai identitas budaya.

Pemilihan Pantai Toronipa sebagai lokasi rapat juga merupakan bentuk nyata dukungan MELODI terhadap promosi destinasi wisata lokal. Dengan semangat kebersamaan, MELODI berharap tahun 2026 menjadi tahun kebangkitan bagi para pekerja seni di Sulawesi Tenggara.

Sumber:
Divisi Seni, Budaya & Pariwisata AMBA SULTRA