Kpkmsultra.com-MUNA — Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Muna, Bahrun Labuta dan Asrafil, belum terlihat langkah-langkah konkret yang mencerminkan kepemimpinan daerah yang responsif terhadap kebutuhan ril masyarakat Kabupaten Muna.

Hingga saat ini, indikator peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), belum menunjukkan perubahan signifikan.

Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan janji politik yang disampaikan Bahrun Labuta–Asrafil pada masa kampanye lalu, yang menargetkan Kabupaten Muna menjadi daerah mandiri secara fiskal dan mampu membiayai pembangunan tanpa ketergantungan berlebihan pada anggaran pemerintah pusat.

Ketua LPM Sulawesi Tenggara, Ados Nuklir, menilai bahwa satu tahun pertama seharusnya menjadi momentum peletakan fondasi kebijakan strategis, terutama dalam mendorong sektor-sektor produktif yang dapat meningkatkan PAD.

“Sampai hari ini, masyarakat belum melihat arah kebijakan yang jelas terkait upaya mewujudkan kemandirian ekonomi daerah. PAD Kabupaten Muna belum menunjukkan peningkatan yang berarti, padahal itu adalah salah satu janji utama pasangan Bahrun Labuta–Asrafil,” ujar Ados Nuklir.

Menurutnya, ketergantungan yang terus berlanjut terhadap dana transfer pusat menunjukkan belum optimalnya inovasi dan terobosan kebijakan di tingkat daerah. Pemerintah Kabupaten Muna dinilai perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program prioritas agar sejalan dengan visi kemandirian daerah yang pernah dijanjikan kepada publik.

LPM Sultra mendorong agar pemerintah daerah segera menghadirkan kebijakan nyata, terukur, dan berpihak pada penguatan ekonomi lokal, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan daerah dapat dipulihkan.(Red/LP AD)