kpkmsultra.com-Sulteng- 15 Januari 2026-Jagat media sosial Facebook kembali bergolak. Kali ini, perdebatan publik mengarah pada identitas dan asal-usul Agus Flores, tokoh hukum yang belakangan ramai diklaim sebagai putra asli Sulawesi Tengah (Sulteng). Pro dan kontra pun tak terelakkan, memicu narasi liar hingga spekulasi yang berkembang tanpa rujukan utuh.
Menjawab kegaduhan tersebut, Agus Flores akhirnya angkat bicara. Melalui pernyataan terbuka di akun Facebook pribadinya, ia meluruskan polemik yang dinilainya telah keluar dari konteks. Agus Flores menegaskan bahwa sejak lahir hingga menyelesaikan pendidikan tinggi, dirinya tumbuh, hidup, dan dibesarkan di Sulawesi Tengah, tepatnya di wilayah Tompe, Kecamatan Sirenja.
“Identitas saya tidak lahir dari perdebatan media sosial, tapi dari tanah tempat saya dibesarkan,” tegas Agus Flores dalam klarifikasinya.
Ia juga secara terbuka mengurai latar belakang keluarganya yang kerap dijadikan bahan perdebatan. Ayah Agus Flores berasal dari Jawa Timur, Mojokerto–Besuki, sementara ibunya memiliki garis keturunan Flores serta Bugis Sulawesi Selatan dari Mangkutana–Manipi. Menurutnya, fakta tersebut justru mencerminkan wajah Indonesia yang majemuk, bukan alasan untuk memelintir identitas seseorang.
Perjalanan hidup Agus Flores pun tercatat lintas daerah. Setelah menikah, ia sempat bermukim di Gorontalo sebelum akhirnya hijrah ke Jakarta pada 2012. Di ibu kota, ia mengembangkan karier sebagai pengacara, dipercaya memimpin LBH Phasivic, serta menjabat sebagai Penasihat FKPPI Tanjung Priok.
Latar belakang keluarganya dikenal kuat dengan institusi negara. Ayahnya pernah mengikuti pendidikan AKABRI di Sukabumi pada 1968 sebelum memilih jalur profesional sebagai pegawai BUMN di bidang konstruksi. Sementara itu, ibunya merupakan anak pertama dari almarhum Andrias Ade, perwira polisi yang dikenal sebagai komandan di wilayah NTT Flores.
Agus Flores mengakui bahwa sejak kecil dirinya tumbuh di lingkungan keluarga kepolisian—sebuah realitas yang membentuk karakter, kedisiplinan, dan keberaniannya bersikap hingga kini.
Polemik ini pada akhirnya menyingkap satu fakta penting: identitas tidak semata ditentukan oleh garis darah, melainkan oleh ruang sosial tempat seseorang tumbuh dan berkontribusi. Klarifikasi Agus Flores menjadi penegasan bahwa dirinya adalah bagian dari Sulawesi Tengah secara historis dan sosiologis, sekaligus potret nyata Indonesia yang dibangun dari keberagaman.(Red)

Tinggalkan Balasan