kpkmsultra.com-Sulawesi Utara–7 Januari 2026-Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW.FRN) Counter Polri, Agus Flores, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara generasi muda, dunia akademik, dan institusi Kepolisian Republik Indonesia.
Pada hari ini, Agus Flores mengajak mahasiswa Fakultas Hukum untuk mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film bertema Kepolisian di Cafe Anakku Wahyu Sastro Hadininggrat. Kegiatan ini tidak sekadar hiburan, namun menjadi ruang edukasi dan dialog kebangsaan yang sarat nilai.
Usai nobar, acara dilanjutkan dengan dialog terbuka bersama mahasiswa hukum, membahas trik dan strategi agar mahasiswa cepat menyelesaikan studi, tetap fokus pada akademik, serta aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Dalam kesempatan itu, Agus Flores secara tegas menekankan pentingnya mahasiswa hukum untuk masuk dan berproses di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai wadah kaderisasi intelektual, moral, dan kepemimpinan.
“Mahasiswa hukum harus kuat secara akademik, mental, dan ideologi kebangsaan. HMI adalah salah satu kawah candradimuka yang melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa,” tegas Agus Flores.
Lebih jauh, Agus Flores mengungkapkan bahwa kecintaan terhadap Polri bukanlah hal instan, melainkan nilai yang ditanamkan secara turun-temurun dalam keluarganya.
“Sejak kakek saya, lalu bapak saya, kami diajarkan mencintai Polisi. Hari ini, tugas saya adalah mengajarkan kepada anak saya agar menjadi generasi yang militan mencintai Polri, karena Polri adalah penjaga bangsa dan negara,” ungkapnya.
Menurutnya, di tengah derasnya arus opini negatif dan upaya pelemahan institusi negara, mahasiswa justru harus menjadi garda terdepan menjaga marwah Polri dengan cara kritis, objektif, dan konstruktif.
Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa hukum yang hadir. Mereka menilai kegiatan tersebut membuka wawasan baru bahwa akademisi, aktivis mahasiswa, dan Polri memiliki ruang dialog yang sehat demi Indonesia yang lebih kuat.
PW.FRN menegaskan akan terus mendorong kegiatan-kegiatan edukatif serupa sebagai bentuk counter narasi terhadap upaya adu domba antara mahasiswa dan aparat, sekaligus menanamkan nilai nasionalisme, intelektualitas, dan kecintaan terhadap NKRI.(Red)

Tinggalkan Balasan