kpkmsultra.com-6 Januari 2026-JAKARTA – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) sekaligus pendiri Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores, akhirnya membuka secara gamblang kisah panjang di balik lahirnya Fast Respon Nusantara. Sebuah perjuangan yang ia tegaskan tidak boleh dihapus, tidak boleh disembunyikan, dan tidak bisa ditiru tanpa memahami asal muasalnya.

Agus Flores menyatakan, Fast Respon Nusantara bukan organisasi yang lahir dari ruang nyaman. Ia menegaskan bahwa 48 tahun perjalanan hidupnya diisi dengan penderitaan fisik dan tekanan batin demi membangun nilai, loyalitas, dan keberanian yang kini dikenal sebagai Fast Respon Nusantara.

“Badan saya tersiksa. Ini bukan cerita karangan. Ini perjuangan panjang yang membentuk Fast Respon Nusantara,” tegas Agus Flores.

Ia mengingatkan, siapa pun yang hari ini mengatasnamakan Fast Respon, Penjaga Bhayangkara, atau mengklaim bagian dari gerakan cepat respons terhadap Polri, wajib memahami akar sejarahnya.

“Kalau tidak mengerti asal muasal Fast Respon Penjaga Bhayangkara, jangan ikut-ikutan,” katanya lugas.

Dalam pengakuannya, Agus Flores menuturkan bahwa sebelum organisasi FRN berdiri secara resmi, terdapat proses spiritual dan historis yang ia yakini sebagai fondasi. Ia menyebut bahwa logo Fast Respon Nusantara tidak serta-merta dibuat dan dipasang, melainkan melalui ritual batin yang ia jalani dengan mengelilingi makam Raja Majapahit sebelum simbol tersebut digunakan.

Agus Flores juga menyampaikan keyakinannya bahwa nama Fast Respon Nusantara dan nama dirinya bukanlah hasil rekayasa pribadi. Ia menyebutnya sebagai amanah dan titipan nilai Nusantara, yang ia hubungkan dengan petuah Kerajaan Nusantara dan titah Raja Majapahit, serta figur yang ia sebut sebagai Anak Ketiga Dewa Surya, Sultan Agung Partika Chandra.

Ia menegaskan, Fast Respon Nusantara berdiri sebagai penjaga moral, loyalitas, dan keberanian Bhayangkara, bukan sebagai organisasi tempelan atau kepentingan sesaat. Menurutnya, kekokohan FRN lahir dari penderitaan, keyakinan, dan konsistensi yang tidak semua orang sanggup jalani.

“Perjuangan ini tidak boleh dilupakan. Karena Fast Respon Nusantara lahir dari luka, keyakinan, dan pengabdian,” pungkas Agus Flores.(Rahman)