kpkmsultra.com-Bandung — Museum Geologi Bandung terus menunjukkan perannya sebagai pusat edukasi publik yang strategis. Pada tahun ini, museum yang hampir berusia satu abad tersebut mencatat jumlah pengunjung sebanyak 545.048 orang, dengan rata-rata 3.000–4.000 pengunjung per hari selama musim liburan.
Kunjungan tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap literasi geologi serta pemanfaatan museum sebagai sarana pembelajaran yang inklusif dan berkualitas.
Dalam kunjungan bersama keluarga ke Museum Geologi Bandung, pengunjung dapat menyaksikan secara langsung berbagai koleksi bernilai sejarah tinggi. Museum ini menyimpan 268.643 koleksi yang terdiri atas fosil, batuan, mineral, dan sumber daya geologi yang telah dikumpulkan sejak tahun 1850, menjadikannya salah satu pusat dokumentasi kegeologian terlengkap di Indonesia.
Museum Geologi Bandung memiliki peran penting sebagai penghubung sejarah kegeologian Nusantara, sekaligus wahana edukasi yang memperkenalkan proses terbentuknya bumi, potensi sumber daya alam, serta dinamika kebencanaan geologi kepada masyarakat luas.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula dialog dengan para pengamat gunung api dari berbagai daerah di Indonesia melalui konferensi video. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa pemantauan aktivitas gunung api tetap berjalan optimal dan berkelanjutan, khususnya menjelang dan selama periode libur akhir tahun, guna menjamin keselamatan masyarakat.
Melalui berbagai program edukasi dan peningkatan layanan, Museum Geologi Bandung diharapkan terus menjadi ruang belajar yang inspiratif bagi generasi muda.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan momentum liburan dengan mengajak anak-anak dan keluarga berkunjung ke museum, sebagai upaya menggali sejarah, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.(Red)

Tinggalkan Balasan