Kpkmsultra.com-Jakarta-Malam ini, Sekretaris Kabinet menerima Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala BKKBN, Bapak Wihaji, di Kantor Sekretariat Kabinet. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Wihaji memaparkan capaian dan perkembangan kerja BKKBN selama satu tahun terakhir.
Salah satu progres strategis yang menjadi sorotan adalah pengerahan 600 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh Indonesia. Para pendamping ini bertugas memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Khusus 3B tersalurkan tepat sasaran, khususnya kepada Bumil (Ibu Hamil), Busui (Ibu Menyusui), dan Balita non-PAUD.
Sekretaris Kabinet menyampaikan bahwa arah besar program MBG kini semakin jelas: bukan sekadar distribusi makanan, tetapi intervensi mendasar untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan bebas dari ancaman stunting.
Langkah BKKBN ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas stunting secara tuntas. Pelaksanaan program kini bergerak lebih dekat ke masyarakat melalui pendekatan door to door, dengan dukungan penuh para TPK yang bekerja langsung di lapangan.
“Program MBG 3B telah menegaskan bahwa masa depan anak-anak Indonesia dimulai dari keluarga. Pendampingan intensif dan distribusi makanan bergizi bukan hanya bantuan, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas generasi bangsa,” demikian ditegaskan usai pertemuan.
Program ini diharapkan terus diperkuat, mengingat keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan intervensi berkelanjutan sejak masa kehamilan hingga usia balita.(Tim FRN)

Tinggalkan Balasan