Kpkmsultra.com-Jakarta-Kamis (20/11) Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW.FRN), Agus Flores, memimpin rapat strategis yang menghasilkan sejumlah keputusan penting terkait penertiban organisasi, pembenahan kepengurusan, dan penguatan internal di seluruh Indonesia.

Dalam rapat tersebut, Agus Flores resmi menghentikan sementara seluruh proses pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA). Langkah ini diambil untuk menata ulang keanggotaan secara menyeluruh agar lebih tertib, valid, dan tidak tumpang tindih.

“Penghentian KTA ini bukan sekadar administratif. Ini langkah tegas untuk merapikan internal, memastikan anggota benar-benar aktif, dan memperkuat struktur dari pusat hingga daerah,” tegas Agus Flores.

Dalam agenda penataan kepengurusan, Ketum PW.FRN menyoroti pentingnya penguatan jaringan di Jawa Barat. Ia meminta agar pengurus FR–FRN Jabar lebih aktif bergerak di wilayah strategis seperti Bandung Raya, Bogor, Bekasi, dan Cirebon, area dengan konsentrasi penduduk besar dan dinamika pemberitaan tinggi.

Sebagai upaya mempercepat langkah tersebut, ditunjuk Ketua Harian berdomisili di Bandung untuk memastikan koordinasi lebih efektif dan respons cepat di lapangan.

Khusus wilayah Jabodetabek, Agus Flores menunjuk Nuriman sebagai penanggung jawab koordinasi dan pengaturan wartawan. Penunjukan ini dimaksudkan agar pergerakan tim di wilayah metropolitan lebih terkontrol, terarah, dan responsif.

Agus Flores kembali menegaskan bahwa piket kantor tidak boleh berhenti. Pelayanan internal dan eksternal organisasi harus berjalan setiap hari sebagai bentuk kedisiplinan dan profesionalitas wartawan FRN.

Babe Priok Resmi Ditunjuk sebagai Ketua Kode Etik

Dalam upaya memperkuat integritas organisasi, Ketum PW.FRN menetapkan Babe Priok, tokoh senior yang dihormati sebagai orang tua dalam organisasi, sebagai Ketua Kode Etik. Nama Babe Priok juga akan masuk dalam Akta Perubahan Organisasi, menegaskan posisi strategisnya dalam menjaga marwah dan etika jurnalistik di tubuh FRN.

Instruksi Tegas kepada DPW Se-Indonesia: Jangan Sentuh Logo FRN

Rapat menghasilkan instruksi keras kepada seluruh Ketua DPW di Indonesia agar menjaga keaslian identitas organisasi.

“Siapa pun yang mencoba mengubah, memodifikasi, atau memainkan logo FRN, laporkan langsung ke polisi. Tidak ada toleransi,” tegas Agus Flores.

Dengan keputusan ini, PW.FRN menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki struktur internal, menjaga integritas organisasi, dan memastikan seluruh anggota bekerja sesuai aturan, etika, dan identitas resmi organisasi.(Red)