kpkmsultra.com-KONAWE SELATAN-31 Oktober 2025-Dua talenta muda asal Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Diva Ayu Harlyan Sari dan Micha Salwa Nur Latifah, siap menorehkan prestasi dan memperkenalkan budaya daerah di ajang nasional bergengsi Wajah Pesona Indonesia (WPI) 2025 yang akan digelar di Jakarta, 7–9 November 2025 mendatang.

Kakak beradik ini akan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia untuk menampilkan bakat, karakter, dan pesona budaya daerah di panggung nasional.

Diva Ayu Harlyan Sari, 15 tahun, siswi SMA Negeri 5 Kendari, akan tampil di kategori C (usia 13-15 tahun). Sebelumnya, Diva pernah mewakili Sulawesi Tenggara tampil menari di Istana Negara-sebuah pengalaman berharga yang menginspirasi banyak generasi muda.

Sementara sang adik, Micha Salwa Nur Latifah, 6 tahun, siswi SD Negeri 2 Kendari, akan berlaga di kategori A (usia 4–7 tahun), menampilkan bakat dan kepercayaan diri luar biasa di usianya yang masih belia.

Keduanya dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada 5 November 2025 untuk mengikuti rangkaian kegiatan pra-karantina sebelum kompetisi dimulai.

Ajang WPI 2025 akan berlangsung selama tiga hari penuh.
Pada malam pertama, para peserta akan menampilkan bakat terbaiknya dalam Malam Preliminary bertema Black Glamour Costume, yang menjadi ajang pembuktian kemampuan mulai dari menari, menyanyi, hingga public speaking.

Hari kedua akan diisi dengan karantina dan pelatihan intensif bersama pelatih profesional bertaraf nasional dan internasional, mencakup kelas modelling, catwalk, dan dance class sebagai persiapan menuju malam puncak.

Pada hari ketiga, Malam Grand Final akan digelar dengan tema Casual Etnik Glamour. Dalam sesi ini, Diva dan Micha akan tampil memukau mengenakan busana tenun khas Sulawesi Tenggara, sebagai bentuk pelestarian budaya lokal yang sarat nilai dan filosofi.

Koordinator Daerah WPI Kabupaten Konawe Selatan, Puspa Eka Misna, SE., M.Si., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap semangat kedua finalis muda tersebut.

“Diva dan Micha membawa semangat luar biasa untuk memperkenalkan budaya daerah di kancah nasional. Kami bangga karena mereka tidak hanya tampil sebagai finalis, tetapi juga sebagai duta kecil budaya Sulawesi Tenggara,” ujar Puspa.

Tahun ini, WPI mengusung tema “Ningrat”, yang menggambarkan kemuliaan dan penghargaan terhadap kain tradisional Indonesia dalam sentuhan modernitas.

Ajang ini diselenggarakan oleh Plor Management dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya dan fesyen daerah.

“Pesan dari Sang Ayah: Percaya Diri dan Rendah Hati

Sebagai bentuk dukungan keluarga, Aipda Suhartono, S.H., yang sehari-hari bertugas sebagai Banit Subdit 2 Dit Intelkam Polda Sultra, turut memberikan pesan penuh makna untuk kedua putrinya.

“Kalian sudah menampilkan diri dengan luar biasa. Yang penting bukan hanya menang, tetapi bagaimana kalian menunjukkan diri dengan percaya diri dan tetap bersikap rendah hati,” ujar Suhartono dengan penuh kebanggaan.

“Rebut Gelar Bergengsi di Panggung Nasional

Para finalis akan bersaing memperebutkan sejumlah gelar prestisius, antara lain:
• Juara Favorit dan Terfavorit (berdasarkan vote melalui aplikasi Kreen)

• 10 Besar, 5 Besar, dan 3 Besar

• Grand Icon

• Icon WPI 2025

• The Winner WPI 2025

• Brand Ambassador WPI 2025

Voting dukungan untuk peserta telah dibuka sejak 1 September 2025 pukul 18.00 WITA dan akan ditutup pada 8 November 2025 pukul 18.00 WITA. Masyarakat dapat memberikan dukungan melalui aplikasi Kreen dengan tarif Rp2.000 per suara.

“Kami berharap keikutsertaan mereka bisa menjadi inspirasi bagi anak muda Konawe Selatan untuk terus berkarya dan mencintai budaya lokal,” tutup Puspa.

Dengan semangat, talenta, dan pesona budaya yang mereka bawa, Diva Ayu Harlyan Sari dan Micha Salwa Nur Latifah siap mengharumkan nama Kabupaten Konawe Selatan dan menjadi kebanggaan Sulawesi Tenggara di ajang Wajah Pesona Indonesia 2025.(Red)